Bicara Cinta, Tapi Apa Itu Cinta?

Pernah suatu ketika…  Descartes berujar, “Aku berpikir, maka aku ada.” yang kemudian lahirlah Camus dengan gebrakannya, “Aku berontak, maka aku ada.” Semua terus berlalu, dunia berubah, manusia-manusia baru lahir, sebagian dari mereka terlahir dengan keinginan menguasai. Maka datanglah sebuah pernyataan, “Aku belanja, maka aku ada.” yang tepat untuk masyarakat konsumer. Dan semua kembali berlalu, kenyataan … Continue reading Bicara Cinta, Tapi Apa Itu Cinta?

Advertisements

Kita Selalu Ada. Atau Mungkin Tidak.

Lupakan mereka, omong kosong dan cacian tak berirama.  Kita hidup di tengah masyarakat yang menjilati drama.  Tapi kita tahu, bahwa melankolis, kontradiksi dan ironi adalah akar yang menancap dalam pencarian kehidupan yang fana.  Mengeja jawaban yang dianggap anomie pencipta nostalgia. Bersama destruksi kepastian yang melampaui ambiguitas paranoia. Menyapa trotoar kota Malmö, kita bahkan tidak perlu … Continue reading Kita Selalu Ada. Atau Mungkin Tidak.

BOBOTOH, KEKERASAN DAN KESETIAAN.

Beberapa hari lalu, tepatnya pada pertandingan Persib vs. PBFC, hal-hal yang tidak diinginkan kembali terjadi. Bahkan semakin parah. Dari mulai tiket yang mahal, meski perputarannya tidak jelas, Bobotoh tetap rela mengantri seharian demi satu lembar tiket yang menandakan bahwa mereka dapat memasuki tribun dan bergabung dengan kerumunan lain untuk mendukung Persib. Namun apa yang diharapkan … Continue reading BOBOTOH, KEKERASAN DAN KESETIAAN.

Musuhmu, Musuhku: A.C.A.B

Sejatinya, meski berdalih apa pun, kekerasan tetaplah kekerasan. Namun kau juga mesti tahu, bahwa terselip kreatifitas dalam hasrat untuk merusak, begitulah kiranya menurut Bakunin.  Sepak bola dan kekerasan, atau kekerasan dan sepak bola. Sama saja. Keduanya sulit dipisahkan, layaknya matahari dan bulan yang saling melengkapi. Oh tentu, aku menolak kekerasan antar-suporter fanatik yang masih doyan … Continue reading Musuhmu, Musuhku: A.C.A.B

Apakah Kita Manusia, atau Penari?

Hal-hal yang dianggap membingungkan selalu memacu lahirnya sebuah diskusi, hingga perdebatan. Begitu pun dengan sebuah lagu, ya, hanya sebuah lagu. Mungkin kamu pernah mendengar lagu dari The Killers yang berjudul "Human". Lagu itulah yang akhirnya menjadi bahan diskusi 'dadakan' aku dan beberapa teman. Maksudnya, coba kamu sendiri pikir, “Are we human or are we dancer?” … Continue reading Apakah Kita Manusia, atau Penari?

Di Sekolah, Kita Belajar: Tapi Tidak Bertanya.

Suatu hari, aku bertemu dengan teman semasa sekolah dulu, panggil saja YM. Dia terkenal pandai, tekun, tidak seperti aku dan sebagian temanku yang malas. Dulu, pernah beberapa kali aku melihat YM memiliki bakat melukis yang sangat baik. Tapi sekarang, dia sedang berada di Akademi Kepolisian. Setelah sedikit bercanda dan mengingat beberapa momen di sekolah, aku … Continue reading Di Sekolah, Kita Belajar: Tapi Tidak Bertanya.

Sekarang?

Akhirnya, waktulah yang kembali mengubur harapnya sendiri. Menyaksikan cahaya bintang yang ternyata sudah mati. Mengindahkan matahari dibalik bulan yang berseri. Namamu bagai sabda berselimut duka ketika berdengung ditelingaku. Menyapa lembut lewat angin yang menyentuh belakang leherku. Tak ada yang tak mungkin, ujarmu. Begitulah mengapa juga aku memulai langkah baru. Aku bergumam, aku tak seperti mereka. … Continue reading Sekarang?

Para Pembangkang: Sedulur Sikep.

Mungkin kita sudah mengenal istilah Samin atau Saminisme, melalui cerita satu mulut ke mulut lain atau pun berbagai media massa. Namun sejatinya, masyarakat Samin sendiri lebih memilih sebutan Sedulur Sikep. Mereka meyakini bahwa istilah Sedulur Sikep melebihi dari istilah Samin, meski tentunya keyakinan kelompok etnik ini sendiri didasari oleh perjuangan Raden Surowidjojo yang dilanjutkan oleh … Continue reading Para Pembangkang: Sedulur Sikep.

Papua Adalah Kita!

Teruntuk kalian, khususnya teman-temanku yang mengikuti jejak keangkuhan negara ini dan malas membaca juga meyakini bahwa sejarah yang selama ini diajarkan mengenai persoalan Papua Barat adalah benar.  Aku hanya ingin berkata… Siapa yang mampu menolak dunia modern? Setidaknya, siapa yang tidak butuh? Tanya mereka. Apa perubahan itu berarti kemajuan, yang berarti harus merelakan tanah yang … Continue reading Papua Adalah Kita!