Kita Selalu Ada. Atau Mungkin Tidak.

Lupakan mereka, omong kosong dan cacian tak berirama.  Kita hidup di tengah masyarakat yang menjilati drama.  Tapi kita tahu, bahwa melankolis, kontradiksi dan ironi adalah akar yang menancap dalam pencarian kehidupan yang fana.  Mengeja jawaban yang dianggap anomie pencipta nostalgia. Bersama destruksi kepastian yang melampaui ambiguitas paranoia. Menyapa trotoar kota Malmö, kita bahkan tidak perlu … Continue reading Kita Selalu Ada. Atau Mungkin Tidak.

Advertisements

Sekarang?

Akhirnya, waktulah yang kembali mengubur harapnya sendiri. Menyaksikan cahaya bintang yang ternyata sudah mati. Mengindahkan matahari dibalik bulan yang berseri. Namamu bagai sabda berselimut duka ketika berdengung ditelingaku. Menyapa lembut lewat angin yang menyentuh belakang leherku. Tak ada yang tak mungkin, ujarmu. Begitulah mengapa juga aku memulai langkah baru. Aku bergumam, aku tak seperti mereka. … Continue reading Sekarang?