Sebelum Gelap: Bunuh Diri dan Penolakannya

“Suicide doesn't end the pain. It just passes it on to someone else.” Mungkin kita sudah tidak asing dengan sebuah kutipan tentang bunuh diri di atas, kutipan tersebut seperti memperkuat sentimen bahwa tindakan bunuh diri adalah tindakan yang salah dan hanya dilakukan oleh orang egois. Tapi, tidakkah egois jika masyarakat tidak acuh dengan orang-orang yang … Continue reading Sebelum Gelap: Bunuh Diri dan Penolakannya

Hiraeth dan Bunuh Diri Filosofis

Aku ingin mati, namun takut terluka. Aku ingin tetap hidup, namun takut menua. Aku mendamba suka, namun menolak duka. Mungkin aku harus sedikit belajar kepada Nebula. Ia adalah debu, gas dan plasma. Ia yang menjadi indah karena kematian sang bintang atau ledakan supernova. Di luar sana, mereka bercerita perihal utopia, sementara yang menyanggah di persimpangan … Continue reading Hiraeth dan Bunuh Diri Filosofis

Amorfati: Cinta dan Anarki

Aku bersamamu di sini, di Negara ini, Negara yang akan selalu siap mencekik tanpa membiarkan kita untuk benar-benar terjaga. Aku bersamamu di sini, di Bumi ini, Bumi dengan segala kegaduhan yang semakin panas dan tiada henti diperkosa. Aku bersamamu di sini, berbagi tragedi dan resah yang kebingungan menemukan muaranya. Aku bersamamu, berusaha tetap menjaga kesadaran … Continue reading Amorfati: Cinta dan Anarki

Bicara Cinta, Tapi Apa Itu Cinta?

Pernah suatu ketika…  Descartes berujar, “Aku berpikir, maka aku ada.” yang kemudian lahirlah Camus dengan gebrakannya, “Aku berontak, maka aku ada.” Semua terus berlalu, dunia berubah, manusia-manusia baru lahir, sebagian dari mereka terlahir dengan keinginan menguasai. Maka datanglah sebuah pernyataan, “Aku belanja, maka aku ada.” yang tepat untuk masyarakat konsumer. Dan semua kembali berlalu, kenyataan … Continue reading Bicara Cinta, Tapi Apa Itu Cinta?

Kita Selalu Ada. Atau Mungkin Tidak.

Lupakan mereka, omong kosong dan cacian tak berirama.  Kita hidup di tengah masyarakat yang menjilati drama.  Tapi kita tahu, bahwa melankolis, kontradiksi dan ironi adalah akar yang menancap dalam pencarian kehidupan yang fana.  Mengeja jawaban yang dianggap anomie pencipta nostalgia. Bersama destruksi kepastian yang melampaui ambiguitas paranoia. Menyapa trotoar kota Malmö, kita bahkan tidak perlu … Continue reading Kita Selalu Ada. Atau Mungkin Tidak.

Apakah Kita Manusia, atau Penari?

Hal-hal yang dianggap membingungkan selalu memacu lahirnya sebuah diskusi, hingga perdebatan. Begitu pun dengan sebuah lagu, ya, hanya sebuah lagu. Mungkin kamu pernah mendengar lagu dari The Killers yang berjudul "Human". Lagu itulah yang akhirnya menjadi bahan diskusi 'dadakan' aku dan beberapa teman. Maksudnya, coba kamu sendiri pikir, “Are we human or are we dancer?” … Continue reading Apakah Kita Manusia, atau Penari?

Di Sekolah, Kita Belajar: Tapi Tidak Bertanya.

Suatu hari, aku bertemu dengan teman semasa sekolah dulu, panggil saja YM. Dia terkenal pandai, tekun, tidak seperti aku dan sebagian temanku yang malas. Dulu, pernah beberapa kali aku melihat YM memiliki bakat melukis yang sangat baik. Tapi sekarang, dia sedang berada di Akademi Kepolisian. Setelah sedikit bercanda dan mengingat beberapa momen di sekolah, aku … Continue reading Di Sekolah, Kita Belajar: Tapi Tidak Bertanya.