Sekarang?

Akhirnya, waktulah yang kembali mengubur harapnya sendiri.

Menyaksikan cahaya bintang yang ternyata sudah mati.

Mengindahkan matahari dibalik bulan yang berseri.

Namamu bagai sabda berselimut duka ketika berdengung ditelingaku.

Menyapa lembut lewat angin yang menyentuh belakang leherku.

Tak ada yang tak mungkin, ujarmu.

Begitulah mengapa juga aku memulai langkah baru.

Aku bergumam, aku tak seperti mereka.

Aku tak akan menyalahkan senja atas rindu yang tiba tak disangka.

Tak pula segelas kopi dan hujan ketika gelap jatuh memeluk pukul tiga.

Di sana, kubiarkan fotomu berdebu.

Berusaha hilang dari jangkauanmu.

Gaduh dan biru segera lenyap dalam jiwaku.

Advertisements

5 thoughts on “Sekarang?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s