Penjara itu Bernama Kebun Binatang!

​“Within the prison walls of every zoo sit tortured souls with empty eyes and broken spirits.”



Manusia melulu yang di bahas, diperhatikan, dilindungi, dibela mati-matian, didukung dari mulai masalah Ideologi, pandangan Politik, kepercayaan atau Agama, kecil dan besar dan banyak lainnya. Duh! saking sibuknya kita ‘mengurus’ persoalan manusia, sampai lupa kalau Bumi ini bukan hanya untuk manusia! 

Kali ini, kita coba bahas binatang. 

Makin menyempitnya hutan dan maraknya perburuan, jadi salah satu manusia meratakan lahan untuk membangun penjara bertopengkan tempat hiburan, pengembangbiakan binatang sekaligus sarana konservasi. Wait, is that a joke? Ribuan hingga jutaan manusia datang ke Kebun binatang setiap tahunnya, tertawa, melemparkan makanan atau benda, di kala para binatang di Kebun Binatang sangat mudah mendapatkan mental illness, manusia malah dengan senang menyaksikan mereka dibalik kurungan beton dan besi. Coba pikirkan, di Indonesia sendiri Kebun Binatang kurang lebih ada di 32 lokasi yang tersebar di berbagai daerah. Tentu, mereka semua tergabung dalam PKBSI (Perhimpunan Kebun Binatang se-Indonesia). Lalu kita coba lempar balik keadaan di tahun 2004, menurut http://www.zoos.org, tercatat ada ratusan ribu hingga 2 juta pengunjung per-tahun, hanya untuk setiap SATU KEBUN BINATANG. Bisa bayangkan beberapa tahun sudah berlalu dan jumlah Kebun Binatang itu sendiri terus bertambah? 

Tujuan para pengelola Pemda ataupun Swasta untuk melakukan konservasi, pendidikan, penelitian, termasuk sarana rekreasi dengan mendirikan Kebun Binatang memang perlu diapresiasi. Tapi tunggu, apa hanya itu tujuan mereka? Bagaimana tentang, bisnis? Perputaran uang melalui penghasilan dari penjualan tiket, barang dan lain sebagainya? Walaupun pemasukan yang mereka dapat sangatlah besar, nyatanya, Kebun Binatang tetap berusaha agar biaya yang mereka keluarkan tetap rendah. Masih ingat kasus-kasus licik dan kekejaman yang terjadi di Kebun Binatang? Kebun Binatang Surabaya, atau yang terbaru, Kebun Binatang Bandung dan Beruang kurus kekeuh disebut ‘sehat’ oleh pengelolanya? Masih banyak lagi. Apa lagi? Mulai dari kekurangan staf ataupun staf yang tidak begitu memiliki keterampilan untuk menjaga para binatang yang sensitif, kandang yang tidak memenuhi syarat, kotor, binatang yang terkena penyakit dan kebutuhan psikologisnya yang tidak terpenuhi, hingga kematian. Lalu, masihkah ada yang menyebut, Kebun Binatang sebagai tujuan mulia?
Omong kosong! semua ini tentang bisnis! tentang uang! Kekuasaan manusia dan penjara untuk binatang! Bagaimana tentang monopoli dan romantisme antara kolektor pribadi, sirkus dan Kebun Binatang? Atau, para binatang yang diambil paksa dari alam liar? Ayo pikirkan tentang itu, binatang-binatang dibeli dari Manusia-manusia lain yang sama biadabnya, atau diculik dari Alam liar, mungkin mereka (binatang) akan bingung dan ketakutan; “Akan dibawa ke mana aku?” setelah proses jual-beli selesai, kemudian dibawa menggunakan truk atau kapal yang sama sekali tidak bisa disebut layak untuk mahkluk hidup. Mereka dibawa ratusan hingga ribuan kilo meter jauhnya, sebagian binatang mati diperjalanan, sebagian lagi selamat. Tapi apa yang terjadi kepada mereka yang selamat? Mereka akan dikeluarkan dari kotak gelap dan kembali dimasukan ke dalam kurungan yang ukurannya lebih kecil, lalu digiring masuk dan ditempatkan di penjara baru. 

Belum lagi persoalan area, Kebun Binatang besar biasanya terdapat di sekitaran tengah kota, di mana polusi dan tanah jadi masalah utama.

Karena sama seperti manusia yang berkata memiliki jiwa petualang; para binatang juga membutuhkan stimulasi psikologis ataupun fisik yang bisa mereka dapat lewat bermain, berlari bebas, meloncat, terbang tinggi dan perilaku alamiah lainnya.

Kebun Binatang bukanlah solusi, itu tak lebih dari penjara, bahkan neraka! Mereka dibuat frustasi, hidup dalam pertanyaan dan ketakutan. Mengapa kita tidak coba menanyakan tentang pembalakan dan perburuan liar yang terus terjadi? Semua ini permainan, hitam putih bagai catur bagi mereka yang duduk manis di singgasana. Tolong, tolong, tolong informasikan siapapun yang ada dijangkauanmu untuk tidak mengunjungi Kebun Binatang dan biarkan mereka kembali ke habitatnya. Kamu tidak percaya? Coba lakukan riset mengenai kebusukan para manusia terhadap binatang ini yang terus dilanggengkan, setidaknya, kamu pernah menonton NatGeo atau Animal Planet, kan? Apa perbedaannya antara binatang di alam liar dan di penjara? Jika masih tidak percaya, kamu coba pergi ke penjara, mendekap di sana, apa rasanya?

Karena jika tidak ada yang membeli tiket, Kebun Binatang akan mengalami kebangkrutan. Setelah itu, tugas manusia bukanlah lagi untuk mendirikan penjara, tapi untuk lebih menjaga kelestarian alam dan para binatang didalamnya.

Mari untuk bersikap adil terhadap semua mahkluk hidup di Bumi ini, manusia!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s