Body Shaming? Ide Buruk!

Body Shaming, mungkin kalian sudah tahu jelas maksud dari kata tersebut. Sebuah tindakan atau komentar yang tak jelas dan negatif terhadap seseorang yang mereka anggap “gemuk”, atau bahkan “kurus”. Mungkin budaya buruk ini juga dimulai berbarengan dengan kampanye produk-produk dari industri diet di tahun 1920. Di pertengahan abad 19 tersebut juga adalah di mana pertama kalinya buku tentang diet di Inggris dirilis, dilanjut dengan semakin ramainya kartupos yang bergambar perempuan “gemuk” pada awal abad 20.

Bukan hanya tindakan dari satu orang ke orang lain, body shaming juga sering terjadi bahkan terhadap diri sendiri. Sama halnya dengan “Bapak kampanye diet”, William Banting yang marah dengan tubuh gemuknya sendiri. Itu membuktikan bahwa, body-shaming atau yang dulu lebih dikenal sebagai fat-shaming bisa terjadi pada siapa saja. Tapi kenyataannya, perempuanlah yang kembali menjadi sudut paling sering dibicarakan. Lihat saja, seorang teman lelaki akan lebih jarang diejek karena berat badannya, tapi jika hal tersebut terdapat pada seorang perempuan?

Omong kosong tentang body shaming ini lebih menjijikan dari berjalan lurus dan menginjak kotoran hewan. Amy Farrell, seorang profesor dari Dickinson College yang juga menulis sebuah buku berjudul “Fat Shame: Stigma and the Fat Body”, menuturkan bahwa mayoritas perempuan tidak melakukan diet hanya untuk menjaga kesehatannya, namun mereka benci dengan tubuhnya. Itu juga menjadi alasan mengapa industri diet semakin menjamur, lewat makanan, obat, hingga operasi.

“You are so fucking skinny, tubuhmu terlihat seperti potongan pizza kecil!” 

“Tahu gak sih kamu terlihat seperti apa saat pakai bikini? Kampanye ikan paus!”

Komentar-komentar sialan seperti di atas menjadi contoh mengapa body shaming harus dihentikan. Kenapa harus dihentikan? Karena tak seorang pun patut hidup di dunia di mana mereka merasa buruk tentang tubuh mereka oleh orang lain, atau kritis terhadap penampilan mereka sendiri. Gemuk seolah menjadi phobia yang sekaligus membuat seseorang tersebut dijadikan bahan ejekan. Jika kita lihat lebih jauh lagi, bahkan, tubuh yang kurus pun tak luput dari umpatan masyarakat. Mulai dari majalah, koran, acara TV, film, hingga perbicangan antara teman di dunia sosial online dan offline. DIMANA-MANA! Kamu masih ingat, “Tumbuh itu keatas, bukan kesamping.”?

Dan ketika seseorang itu, dipermalukan oleh orang lain karena tubuhnya; ia akan berpikir bahwa ia terlihat jelek dan harus atau terpaksa merubah yang ada di dirinya. Walau berdalih kesehatan, seringkali orang-orang hanya bisa menghakimi tanpa menyadari akibatnya. Terutama karena body shaming ini lebih sering terjadi terhadap perempuan, maka kita juga sering mendengar istilah “Lelaki menyukai perempuan yang bertubuh langsing”. Persetan dengan itu! “No, dude … real men love whatever kind of women they want to love!”

Kita juga dapat melihat di kehidupan sehari-hari, di mana orang-orang yang bertubuh “gemuk” jarang dihargai oleh orang sekitarnya, bahka di lingkungan keluarganya sendiri. Banyak dari mereka rela melakukan diet ekstrem untuk menurunkan berat badannya. Tapi ketika mereka berhasil diet, kenyataannya sebagian orang masih menjadikan mereka bahan umpatan. 

Pertanyaannya, kenapa kita begitu terobsesi dengan berat badan orang lain? 

Setiap orang memiliki hari buruk dan saat-saat di mana mereka merasa ingin mengubah sesuatu yang terdapat di diri mereka sendiri. Itu bukanlah masalah jika kamu ingin diet, atau menambah berat badanmu. Tapi tetap lakukan dengan hati-hati, jangan justru mengganggu kesehatanmu hanya karena menuruti ekspektasi masyarakat. Jika kamu berada di sekitar orang-orang yang mengeluh tentang penampilan mereka, menjauhlah, itu akan ikut mempengaruhimu. Lakukan sesuatu yang membuatmu senang dengan dirimu sendiri.

Setiap orang memiliki pendapat yang bervariasi dari apa itu ‘Cantik’. Tapi, all bodies are beautiful. Untuk kalian para pecundang yang mengejek orang lain karena tubuhnya, berhenti, atau bercintalah dengan diri sendiri. Dan tentu untuk kamu, berhenti menyesali berat badanmu, kecantikan terpancar disetiap jengkal tubuhmu, wajahmu, jangan khawatirkan mereka.

Sept, 2016

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s